Marry Your Daughter, Brian McKnight

Special Song buat teman seangkatan saya M.Jaid Faruqul Adzim (Sastra Indonesia, 2010) dan Suranti Yulianingsih (Sastra Indonesia, 2010) yang akan menyempurnakan separuh dinnya pada 13/04/2013.

بارك الله لكما و بارك عليكما و جمع بينكما في خير

Sir, I’m a bit nervous
About being here today
Still not real sure what I’m going to say
So bare with me please
If I take up too much of your time.
See in this box is a ring for your oldest.
She’s my everything and all that I know is
It would be such a relief if I knew that we were on the same side
Cause very soon I’m hoping that I…

Can marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’til the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
When she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter
[ Lyrics from: http://www.lyricsty.com/brian-mcknight-marry-your-daughter-lyrics.html ]
She’s been here every step
Since the day that we met
(I’m scared to death to think of what would happen if she ever left)
So don’t you ever worry about me ever treating her bad
I’ve got most of my vows done so far
(So bring on the better or worse)
And ’til death do us part
There’s no doubt in my mind
It’s time
I’m ready to start
I swear to you with all of my heart…

I’m gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’til the day that I die, yeah
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

The first time I saw her
I swear I knew that I’d say I do

I’m gonna marry your daughter
And make her my wife
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life
And give her the best of me ’till the day that I die
I’m gonna marry your princess
And make her my queen
She’ll be the most beautiful bride that I’ve ever seen
I can’t wait to smile
As she walks down the aisle
On the arm of her father
On the day that I marry your daughter

Peristiwa-peristiwa Penting Seputar Timur Tengah di Bulan Maret

Maroko Merdeka

2 Maret 1956, Maroko meraih kemerdekaannya. Maroko terletak di utara Afrika, di tepi laut Mediterania dan Samudera Atlantik, serta berbatasan dengan Aljazair dan Sahara Barat. Maroko pada akhir abad ke-7 ditaklukkan oleh kaum muslimin dan diperintah oleh beberapa dinasti muslim. Mulai abad ke-15, Maroko jatuh ke tangan Portugis dan Sapnyol, lalu pada tahun 1906 resmi berada di bawah penjajahan Perancis.

Tunisia Merdeka

20 Maret 1956, Tunisia, sebuah negara di pesisir Afrika utara, meraih kemerdekaannya. Tunisia secara berganti-ganti diduduki oleh bangsa Phoenix, Cartage, dan Romawi. Pada abad ke-7 Tunisia dikuasai bangsa Arab. Pada tahun 1574, Tunisia dikuasai oleh imperium Ottoman dan sejak tahun 1881, menjadi protektorat Perancis. Gerakan kemerdekaan bangsa Tunisia dimulai sejak berakhirnya PD I, namun baru mencapai hasilnya ketika Perancis melemah saat berakhirnya PD II. Setelah merdeka, Habib Bourguiba yang merupakan pemimpin perjuangan kemerdekaan Tunisia, terpilih jadi presiden. Bourguiba memerintah selama tiga dekade dengan despotik.

Perang PLO Melawan Israel

21 Maret 1968, terjadi perang hebat antara para gerilyawan yang tergabung ke dalam Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dengan tentara Zionis Israel. PLO adalah gerakan perjuangan bersenjata rakyat Palestina yang didirikan tiga tahun sebelumnya, yaitu tahun 1965. Sistem organisasi yang rapi serta isu merebut kemerdekaan dari tangan Israel, membuat organisasi ini dengan cepat memperoleh simpati para pemuda Palestina. Inilah yang membuat Tel Aviv sangat mengkhawatirkan organisasi ini. Karena itu, pada tanggal tersebut, tentara Israel yang dilengkapi dengan peralatan perang yang canggih menyerang markas PLO yang saat itu berada di Kamp Pengungsi Karamah yang berada di perbatasan Jordania. Dalam perang itu, gerilyawan PLO berhasil menghabisi nyawa sekitar 1.230 tentara Zionis. Tank-tank baja milik tentara Zionis juga banyak yang dihancurkan atau direbut.

Peristiwa ini membuat PLO semakin poluler dan diperhitungkan di dunia. Akan tetapi, pada tahun 1991, pemimpin PLO Yaser Arafat memutuskan untuk mengubah haluan gerakan dari perjuangan militer menjadi perjuangan diplomatis. Arafat berharap perundingan-perundingan bisa menjadi cara terbaik guna memperoleh kembali hak-hak bangsa Palestina yang sudah dirampas. Hanya saja, harapan itu ternyata tinggal angan-angan. Perubahan haluan perjuangan PLO tersebut malah semakin memberikan peluang bagi Zionis Israel untuk melakukan berbagai kesewenang-wenangan di tanah Palestina. Akibatnya, popularitas Arafat dan PLO semakin menurun.

Terbentuknya Liga Arab

22 Maret 1945, Liga Arab didirikan atas proposal Raja Faruk dari Mesir. Organisasi ini berdiri dengan penandatanganan perjanjian antara Mesir, Suriah, Irak, Yaman, dan Arab Saudi yang dilaksanakan di kota Kairo Mesir. Tujuan didirikannya Liga Arab adalah untuk melindungi wilayah dan kemerdekaan negara-negara Arab dan mempererat kerjasama ekonomi dan budaya. Pada tahun 1962, dalam sebuah KTT, para kepala negara Liga Arab menandatangani perjanjian untuk mendirikan komando militer bersama. Namun, komando militer bersama ini pada prakteknya sama sekali tidak berfungsi dan tidak memberikan bantuan apapun kepada negara-negara Arab yang maju dalam perang melawan Zionis.

Yordania Merdeka

22 Maret 1946, Yordania meraih kemerdekaannya. Pada awal masa penaklukan yang dilakukan kaum muslim, Yordania menjadi bagian dari kekhalifahan Muslim. Pada pertengahan abad ke-16, Yordania dikuasai oleh imperium Ottoman. Menyusul PD I dan keruntuhan imperium Ottoman, Inggris menguasai Yordania, Irak, dan Palestina. Pada tahun 1946, Inggris menyerahkan kemerdekaan Yordania dan Inggris mengangkat sekutunya dalam melawan Ottoman, Emir Abdullah, sebagai raja Yordania.

Bahasa-bahasa dari Rumpun Semit

 

Sekilas tentang Bangsa Semit

Sebelum kita sampai pada pengertian bahasa Semit, saya akan mengutip sebuah perkataan Ibnu Katsir yang mengatakan bahwa seluruh bani adam di bumi berasal dari 3 anak Nabi Nuh As yang tersisa yakni Yafits, Sam dan Ham (adapun Kan’an meninggal dalam bahtera banjir).  Kemudian Imam Ahmad meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Sam adalah bapak orang Arab, Ham adalah bapak orang Habsyi, dan Yafits adalah bapak orang Romawi.”

Yang dimaksud dengan bangsa Semit adalah bangsa yang merupakan keturunan Sam bin Nuh As. Ada beberapa teori yang menjelaskan asal-usul bangsa Semit, di antara teori yang paling sering dijadikan rujukan adalah teori yang menyebutkan bahwa bangsa Semit berasal dari Jazirah Arab. Teori ini dikemukakan oleh Esbiringer dkk. Mereka berpendapat bahwa Jazirah Arab merupakan kawasan asal bangsa Semit.  Dari sanalah mereka berpencar ke berbagai kawasan sekitar yang lebih subur dan berperadaban seperti ke kawasan di antara dua sungai Eufrat dan Tigris, Suria, Palestina, Etiopia, Afrika Utara, dan Mesir. Di sanalah mereka kemudian mendirikan negara-negara dan kerajaan-kerajaan.

Bahasa Semit

Bahasa Semit (Semitic Languages) oleh beberapa tokoh linguis didefinisikan sebagai sejumlah bahasa yang digunakan oleh bangsa Semit di kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Secara umum, bahasa-bahasa Semit terbagi menjadi dua kawasan yaitu kawasan timur dan kawasan barat. Bahasa Semit bagian barat terbagi menjadi bahasa Semit Barat Laut dan bahasa Semit Barat Daya.

Pengkategorian bahasa-bahasa Semit  dijelaskan dalam bagan berikut.

Image

Bagan Subrumpun Bahasa-bahasa Semit

Bahasa Akkadia merupakan bahasa yang digunakan di Mesopotamia antara tahun 2.500—600 SM. Wilayah bahasa Akkadia terletak di antara sungai Tigris dan sungai Euprat. Selanjutnya bahasa ini terbagi atas bahasa Babilonia dan bahasa Asyuria. Keberadaan bahasa ini diketahui melalui berbagai ukiran yang ditulis dengan huruf paku pada artefak. Ukiran paling penting tentang bahasa Akkadia ini adalah ukiran yang melukiskan hukum Hamurabi yang merupakan hukum paling tua di dunia.

Bahasa Ogaretia yaitu dialek Kan’ania Kuno yang dipakai sebagai alat komunikasi pada abad 14 sampai abad 13 SM di Ogaret, sebuah kota yang dulu terletak dua belas kilometer di utara Ladzikia pantai Suria.

Bahasa Ibrani yang paling tua digunakan dalam Taurat yang disebut biblical hebrew (1.200—200 SM). Kemudian pada abad 2 sampai abad 1 SM digunakan sebagai bahasa kesusastraan yang disebut sebagai bahasa Ibrani Mashnaic. Jenis bahasa Ibrani yang terakhir adalah bahasa Ibrani modern yang saat ini menjadi salah satu bahasa resmi Negara Israel (selain bahasa Arab).

Bahasa Imaranah ditemukan melalui surat bukit al-Imaranah, yaitu pada masa 1425-1350 SM. Surat-surat tersebut dikirim oleh raja-raja Suriah dan raja-raja Palestina kepada raja Fir’aun di Mesir. Surat itu menggunakan bahsa Asyuria dan diberi catatan kaki dengan bahasa Kan’ania.

Bahasa Mu’abia ditemukan melalui ukiran Misya’, raja Muabi. Ukiran ini berupa tugu yang ditemukan di kawasan Digan, bekas kerajaan Muabi Kuno. Ukiran ini menggambarkan peperangan yang terjadi antara raja Misya dengan Raja Umri dari Israel. Ukiran ini diperkirakan dibuat pada tahun 842 SM dan sekarang disimpan di Museum Lover Paris.

Bahasa Fenisia ditemukan melalui berbagai ukiran yang antara lain ukiran Raja Biglus (Jubail Saudi Arabia) seperti ukiran Syafath Ba’l abad ke 13 SM, ukiran Akhiram tahun 1100 SM, dan ukiran Akhimlak tahun 1000 SM. Ukiran terpenting yang ditemukan dalam bahsa Finisia adalah ukiran Raja Kilamu tahun 900 SM yang ditemukan di bukit Zanjirli di Suria dan kini disimpan di Museum Berlin.

Bahasa Aramea pada abad 10 SM merupakan bahasa yang digunakan di Syiria. Antara abad 7 hingga abad 4 SM digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) antara kerajaan Babilonia dan Kerajaan Persia dan juga merupakan bahasa dari sebagian Taurat. Bahasa Aramea terdapat pada ukiran Nabatia, ukiran Tadammuria, dan ukiran-ukiran di gurun Sinai yang dibuat pada abad IV SM sampai abad ke I SM. bahasa Aramia merupakan dialek kelompok kristen yang masih hidup hingga kini di Irak Tenggara (bahasa Minda’ia). Bahasa Aramea yang terpenting adalah bahasa Suryania. Bangsa Aramia menamakan diri mereka sebagai bangsa Suryan.

Bahasa Etiopia merupakan bahasa bangsa Semit yang berpindah dari wilayah tenggara menuju negeri seberang, Etiopia. Di sanalah mereka membaur dengan suku Haam kuno. Ketika itu bahasa mereka disebut bahasa Ja’zia. Bahasa Ja’zia tidak berumur panjang karena pada abad ke 12 M terjadi kemelut politik di kalangan bangsa Ja’zi yang mengakibatkan bahasa persatuan mereka menjadi bahasa-bahasa daerah. Dan bahasa daerah yang paling menonjol adalah bahasa Amharia yaitu bahasa daerah yang sangat kental diwarnai oleh bahasa Hamia. Hal ini terlihat dalam struktur kalimat yang berbeda dengan bahasa Semit.

Bahasa Himyaria atau yang disebut sebagai Bahasa Arab Selatan dipakai di Yaman dan Jazirah Arab Tenggara. Bahasa Himyaria ini terbagi dua yaitu bahasa Sabuia dan bahasa Ma’inia. Tentang bahasa ini telah ditemukan artefak-artefak yang merujuk pada abad ke 12 SM sampai abad ke 6 M.

Bahasa Arab Fusha atau yang disebut dengan Bahasa Arab Utara merupakan bahasa wilayah tengah Jazirah Arab dan Timur Laut. Bahasa ini dikenal hingga kini dan masa-masa yang akan datang karena Al-Qur`an turun dan menggunakan bahasa ini. Bahasa ini mengalami penyebaran yang demikian luas bukan hanya di kalangan bangsa Arab saja tetapi juga di kalangan kaum muslimin di seluruh dunia.

Dari berbagai sumber

KAUM KANAAN: Sebuah Tinjauan Sejarah Tanah Sebelum Palestina

 

 

 

KAUM KANAAN

Oleh Riyanti, Mahasiswi Program Studi Arab

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya

Universitas Indonesia

NPM. 1006776145

 

Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia. (QS. Al Anbiyaa: 71)[1]

 

  1. A.      Letak Geografis Tanah Kanaan

Sekitar tahun 2500 SM, yang saat ini disebut negara Syria, Lebanon, dan Palestina merupakan satu wilayah tanah Kanaan.[2] Sebelum Palestina berdiri sebagai sebuah negara, wilayahnya merupakan bagian dari tanah Kanaan. Tanah Kanaan berada di pusat area perkumpulan masyarakat, di mana wilayah timur dibatasi oleh Lembah Efrat, wilayah selatan berbatasan dengan Mesir, di sebelah barat berbatasan dengan Laut Mediterania, dan di sebelah utara berbatasan dengan tanah Hittite.[3]

Secara umum, wilayah Kanaan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu wilayah pesisir, dataran tinggi atau pegunungan, dan Lembah Yordan.[4] Wilayah pesisir berada di sebelah barat, menyisir Laut Mediterania. Wilayah ini menjadi pusat ekonomi dan pertanian sebagian besar Kaum Kanaan. Dataran tinggi tanah Kanaan meliputi pegunungan-pegunungan yang membentang dari utara ke selatan. Wilayah ini terdiri dari beberapa bagian, di antaranya bagian utara yang di dalamnya terdapat Gunung Hermon (atau disebut Gunung Siryon) yang tingginya mencapai 2800 m, Pegunungan Samaria, dan Pegunungan Yudea.[5] Penduduk Kanaan yang tinggal di kawasan pegunungan biasanya bermata pencaharian sebagai petani biji-bijian, buah-buahan, sayur-mayur, dan sebagai penggembala.[6] Lembah Yordan terdiri atas Sungai Yordan yang mata airnya terletak di sebelah barat Gunung Hermon, Laut Galilea yang dikelilingi bukit-bukit, dan Laut Mati yang dianggap sebagai genangan air paling rendah di dunia (mencapai 397 m di bawah permukaan laut). Oleh sebab itu, iklimnya panas sekali. Tidak ada saluran keluar, sehingga jika airnya meluap maka akan menguap. Hal ini yang menyebabkan airnya penuh dengan garam dan mineral-mineral lain.[7]

Keberadaan Laut Mediterania sangat menguntungkan Kaum Kanaan. Iklim yang kondusif membuat Kaum Kanaan mendirikan pemukiman di sekitarnya. Mereka mendirikan kerajaan-kerajaan kecil yang terdiri atas kota-kota seperti Betshean, Meggido, Arriha, dan Al Quds (di pedalaman).[8] Ada pula kota Gaza dan Askalon yang terletak di pesisir Tanah Kanaan.[9] Kota-kota tersebut yang menjadi persebaran penduduk Kanaan.

  1. B.     Asal mula Kaum Kanaan

Kaum Kanaan adalah keturunan Ham putra Nabi Nuh as.[10] Kaum Kanaan merupakan komunitas semit kedua setelah bangsa Assyiro-Babilonia.[11] Mereka memasuki wilayah Kanaan melalui Jazirah Arab pada milenium ketiga sebelum masehi. Kata Kanaan berasal dari bahasa Phoenicia, yakni kinahha, yang artinya bahan celup kuno warna merah marun yang pada waktu itu merupakan barang dagangan penting.[12] Kaum Kanaan adalah penduduk asli tanah Kanaan merupakan suku Amaliqah. [13] Mereka telah mendiami wilayah Kanaan sejak tahun 2500—1190 SM.[14] Sebuah artikel mengutip pernyataan Karen Armstrong dalam bukunya Jerusalem: Satu Kota Tiga Iman bahwa tidak banyak informasi tentang negeri Kanaan sebelum abad ke-20 SM. Namun, banyak bukti yang menguatkan pernyataan bahwa Bangsa Kanaan lebih dahulu mendiami Palestina.

Orang-orang Kanaan adalah orang-orang yang kuat. Hal ini yang membuat Bani Israel takut untuk memasuki tanah Kanaan setelah mereka diusir dari Mesir. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran. Mereka berkata: “ Hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar daripadanya. Jika mereka ke luar daripadanya, pasti kami akan memasukinya.”[15]

  1. C.      Sistem Kepercayaan Kaum Kanaan

Sistem kepercayaan Kaum Kanaan sama halnya dengan sistem kepercayaan bangsa semit lainnya, yaitu menyembah alam.[16] Terdapat dua dewa utama yang mereka percayai. Dewa Ayah yaitu langit dan Dewa Ibu yaitu bumi. Dewa Langit yang bernama Baal bertugas mengatur hujan dan tanam-tanaman.[17] Dewa Ibu bernama Ashtart (orang-orang Babilonia menyebutnya Ishtar, sementara orang-orang Yahudi menyebutnya Ashtoreth).[18]

Agama Kaum Kanaan menonjolkan pemujaan kesuburan.[19] Pemujaan itu menyangkut rasa berkabung atas kematian berkala dewa tumbuhan oleh panasnya musim panas, upacara untuk perayaan kemenangannya atas dewa kematian di neraka dan akhirnya bergembira ria atas kebangkitannya kembali di musim semi. Setelah dibangkitkan kembali, Dewa Baal menikah dengan dewa kesuburan yaitu Ishtar. Hal ini menyebabkan bumi kembali menghasilkan pepohonan, bunga-bunga yang bermekaran dan buah-buahan.[20]

Kuil-kuil bangsa Kanaan meliputi reruntuhan di Betshean, Meggido, Lakhis, Sikhem, dan khususnya Hazor (yang mempunyai tiga kuil).[21] Naskah-naskah Ugarit menyebutkan terdapat berbagai macam hewan yang dikorbankan untuk upacara pemujaan.[22] Hewan-hewan tersebut di antaranya domba (domba jantan atau anak domba), burung-burung (termasuk merpati). Adapula buaha-buahan yang mereka gunakan yakni buah anggur. Dalam ritualnya mereka dipimpin oleh oleh seorang imam.[23]

Terlepas dari apapun, kaum Kanaan adalah penyembah berhala. Ini bisa menjadi salah satu alasan mengapa Nabi Ibrahim diutus ke tanah ini. Nabi Ibrahim diselamatkan oleh Allah dari rencana jahat kaumnya di Babilonia dengan dikirim ke tanah Kanaan ini. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran berikut. “Mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi.  Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”[24] Di negeri inilah Nabi Ibrahim dan anak cucunya mengemban misi dakwah, yaitu menyebarkan paham tauhid.

 

  1. D.      Sistem Pemerintahan Kaum Kanaan

Di tanah Kanaan tidak ada kerajaan atau negara kesatuan. Hal ini disebabkan daerah ini terletak di antara kerajaan-kerajaan besar di Mesir, Asia Minor, dan Mesopotamia.[25] Yang terdapat di tanah Kanaan hanyalah kota-kota kecil seperti Betshean, Meggido, Jericho, dan Al Quds (Jerusalem) yang terletak di tengah-tengah wilayah Kanaan.[26] Kota-kota kecil lainnya seperti Ugarit, Aradus, Gubla, Sidon, dan Tyre berada di sepanjang pesisir Laut Mediterania.

Kaum Kanaan lebih menyukai tinggal dalam bentuk komunitas-komunitas kecil.[27] Setiap komunitas dipimpin oleh seorang raja yang berasal dari kaum bangsawan. Masing-masing komunitas akan mengelilingi kota yang dibentengi oleh dinding yang kuat dan menara pertahanan. Masyarakat desa akan segera berlindung di sana jika mendapat ancaman bahaya. Sedang pada hari-hari biasa tempat tersebut dijadikan tempat perdagangan dan aktivitas sosial.[28] Beberapa kota yang dibentengi mengangakat seorang kepala pemerintah yang akan mempertahankan wilayahnya dari serangan dari tetangga yang lebih kuat atau serangan dari kaum nomad. Pembagian wilayah menjadi beberapa negara kota yang kecil seringkali menyebabkan terjadinya peperangan di kalangan mereka sendiri dan menyebabkan kondisi internal mereka tidak stabil.[29]

Pemisahan politik pada beberapa negara kota ini mencerminkan pembagian wilayah secara fisik  yang menyebabkan terbentuknya federasi. Ugarit pada abad 16 SM, Gubla pada abad 14 SM, Sidon sebelum abad 11 SM, kemudian disusul Tyre dan Tripoli pada abad 5 SM, masing-masing wilayah tersebut menjadi  ketua federasi pada masanya.

Sepanjang sejarah masyarakat Kanaan terbukti cinta damai dan tidak terpikirkan dalam benak mereka untuk membuat tentara militer meskipun sering terjadi konflik internal dan mendapat serangan dari luar. Dibandingkan perang, mereka lebih memusatkan minat mereka pada industri, perdagangan, seni, dan agama. Mereka akan menundukkan kepala sebelum terjadi penaklukan dari Mesir, Babylonia, Hittiteland, Persia dengan membayar upeti sebagai perlindungan dan kompensasi untuk memperluas wilayah dagang mereka.[30]

 

  1. E.       Perekonomian Kaum Kanaan

Kaum Kanaan bermata pencaharian bertani dan membuat kereta-kereta untuk berperang.[31] Selain itu Kaum Kanaan juga telah mengenal sistem perindustrian seperti industri logam dan industri tekstil. Sejak tahun 2100—1200 SM, Kaum Kanaan menjadi bangsa yang tak terkalahkan dalam hal perindustrian dan perdagangan.[32] Tahun 1500 SM keramik merupakan produksi paling baru dan paling sukses dalam perindustrian Kaum Kanaan.[33] Dalam hal perlogaman, Kaum Kanaan banyak memproduksi tembaga dan perunggu. Tidak jarang mereka melakukan perjalanan yang panjang untuk mencari jenis-jenis logam lainnya seperti timah, baja, ataupun besi.[34]

Industri tekstil mereka ditunjukkan dengan banyaknya produksi bahan celup warna ungu, yang menjadi latarbelakang orang-orang Phoenisia menyebut bangsa mereka dengan sebutan Kanaan.[35] Tyre dan Sidon menjadi pusat industri dan perdagangannya.[36]S Wilayah perairan mereka kaya akan jenis-jenis murex yang berasal dari tetesan-tetesan kecil bahan celup warna ungu yang sudah diekstrak.[37] Diperlukan skill yang terampil untuk mengekstrak tetesan-tetesan cairan dari dalam moluska (sejenis kerang-kerangan) yang kecil dan menggunakannya sebagai pewarna pada pakaian. Ini menjadi barang mahal yang hanya bisa didapatkan oleh orang-orang yang kaya pada waktu itu, seperti Helen of Troy, Cleopatra Mesir, pendeta-pendeta Yahudi, pendeta-pendeta Jupiter dari Asia Minor dan kaisar-kaisar Romawi. Para petinggi Katholik dan keluarga gereja di timur menjadikannya jubah merah marun (hasil dari bahan celup tadi) sebagai sebuah tradisi.[38]

Industri dan perdagangan tekstil, logam, tembikar, kaca, kayu, terigu, anggur dan produk asli lainnya yang dalam jumlah besar itu menjadi latarbelakang penemuan teknik pemasaran baru.[39] Berawal dari pelayaran sederhana ke sepanjang pantai, tanah Kanaan berubah menjadi negara maritim pertama dalam sejarahnya.[40]

 

  1. F.       Akhir riwayat Kaum Kanaan

Sekembalinya Bani Israil dari Mesir yang dipimpin oleh Yusya’, tanah Kanaanpun segera mereka taklukkan. Kota demi kota dapat merekan rebut. Akhirnya seluruh bumi Kanaan dari Selatan sampai ke Utara dapat mereka kuasai. Ada sekitar 35 orang raja yang memerintah di Kanaan dan kesemuanya dapat ditaklukkan. [41] Setelah berhasil menaklukkan seluruh bumi Kanaan, Yusya’ membagi tanah ini menjadi 12 bagian (the twelve tribes of Israel).  Masing-masing bagian diberikan kepada suku-suku Bani Israil yang terdiri dari 12 suku.

Setelah membagi-bagi tanah Kanaan menjadi 12 bagian, Yusya’ mendirikan pemerintahan keqadhian.[42] Pemerintahan keqadhian ini membuat orang-orang Israel semakin melemah karena tidak adanya persatuan. Hal ini membuat orang-orang Kanaan berusaha untuk bangkit dan memberontak kembali.[43] Bagaimanapun kerasnya usaha mereka merebut kembali tanah mereka dan berusaha merdeka dari orang-orang Israel, orang-orang Kanaan itu tidak berhasil juga. Tahun 1020 SM Bani Israel berhasil mendirikan pemerintahan kerajaan dengan Thalut sebagai raja pertamanya.[44] Sebagaimana disebutkan di dalam Al Quran, “Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” Mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui.” Hal ini membuat kekuasaan orang-orang Israel di tanah Kanaan semakin kuat dan melemahkan kedudukan orang-orang Kanaan. Meskipun di bawah kekuasaan Thalut terus menerus terjadi pemberontakan oleh orang-orang Kanaan, tetapi pada akhirnya orang-orang Kanaan pun dapat ditaklukkan.

Sejak tanah Kanaan dikuasai oleh Bani Israil, orang-orang Kanaan hidup sebagai pekerja pembangun kota-kota dan gedung-gedung. Akhir riwayat kaum Kanaan ini adalah ketika Nabi Sulaiman (raja Bani Israil pada waktu itu) meningga dunia.[45] Kaum Kanaan telah habis dan berasimilasi dengan Bani Israel. Dengan demikian, Kaum Kanaan digolongkan dalam kategori Al Arab Al Baidah (bangsa Arab yang telah musnah).[46]

Daftar Pustaka

Hitti, Philip K. A Short History of the Near East. New York: D. Van Nosatrand Company, Inc. 1966.

Hitti, Philip K. History of Syria including Lebanon and Palestine. London : Macmillan & co. Ltd. 1951.

Hitti, Philip K. The Near East in History. York: D. Van Nosatrand Company, Inc. 1960.

Kuncahyono, Trias. Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir. Jakarta: P.T. Kompas Media Nusantara. 2008.

Muhammad, Muhsin. Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi. Jakarta: Gema Insani. 2002.

Yahya, Mukhtar. Perpindahan-perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah sebelum lahir Agama Islam. Jakarta: P.T. Bulan Bintang. 1985.

 

Al Quran Digital

http://www.id.wikipedia.org/wiki/kanaan, diakses pada 27 Maret 2012, pukul 10.43.

http://www.sarapanpagi.org/ilmu-bumi-perjanjian-lama-vt1673.html, diakses pada 19 maert 2012, pukul 22.23.

http://www.sarapanpagi.org/ilmu-bumi-perjanjian-lama-vt1673.html, diakses pada 19 maert 2012, pukul 22.23.

 

 


[1] Yang dimaksud dengan negeri di sini ialah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Sebelum tanah ini dikenal dengan Palestina, tanah ini dikenal dengan nama Kanaan. Tuhan memberkahi negeri itu artinya: kebanyakan nabi berasal dari negeri ini dan tanahnya subur.

[2] Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 88.

[3] Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 88.

[4] Muhsin Muhammad, Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi, Jakarta, Gema Insani, 2002, hlm. 15.

[5] http://www.sarapanpagi.org/ilmu-bumi-perjanjian-lama-vt1673.html, diakses pada 19 maert 2012, pukul 22.23.

[6] Muhsin Muhammad, Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi, Jakarta, Gema Insani, 2002, hlm. 15.

[7] http://www.sarapanpagi.org/ilmu-bumi-perjanjian-lama-vt1673.html, diakses pada 19 maert 2012, pukul 22.23.

[8] Muhsin Muhammad, Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi, Jakarta, Gema Insani, 2002, hlm. 15.

[9] Muhsin Muhammad, Palestina, Sejarah, Perkembangan, dan Konspirasi, Jakarta, Gema Insani, 2002, hlm. 15.

[10] Trias Kuncahyono, Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir, Jakarta: P.T. Kompas Media Nusantara, 2008,  hlm. 105.

[11] Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 88.

[12] Trias Kuncahyono, Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir, Jakarta: P.T. Kompas Media Nusantara, 2008,  hlm. 105.

[13] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 44.

[14] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 44.

[15] QS Al Maidah ayat 22

[16] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 55.

[17] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 55.

[18] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 55.

[19] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 55.

[20] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 55.

[21] http://www.sarapanpagi.org/kanaan-orang-kanaan-vt3695.htmltoryprep.htm. di akses pada 25 Februari 2012 pukul 20.00 WIB.

[22] http://www.sarapanpagi.org/kanaan-orang-kanaan-vt3695.htmltoryprep.htm. di akses pada 25 Februari 2012 pukul 20.00 WIB.

[23] http://www.sarapanpagi.org/kanaan-orang-kanaan-vt3695.htmltoryprep.htm. di akses pada 25 Februari 2012 pukul 20.00 WIB.

[24] QS Al Anbiyaa’ 70-71

[25] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 44.

[26] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 44.

[27] Philip K. Hitti, History of Syria including Lebanon and Palestine, London, Macmillan & co. Ltd. 1951, hlm.82.

[28] Philip K. Hitti, History of Syria including Lebanon and Palestine, London, Macmillan & co. Ltd. 1951, hlm.82.

[29] Philip K. Hitti, History of Syria including Lebanon and Palestine, London, Macmillan & co. Ltd. 1951, hlm.82.

[30] Philip K. Hitti, History of Syria including Lebanon and Palestine, London, Macmillan & co. Ltd. 1951, hlm.86.

[31] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 44.

[32] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 48.

[33] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 90.

[34] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 48.

[35] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 48.

[36] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 48.

[37] Philip K. Hitti, A Short History of the Near East, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1966, hlm. 48.

[38]Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 91.

[39] Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 91.

[40] Philip K. Hitti, The Near East in History, New York, D. Van Nostrand Company, Inc. 1960, hlm. 91.

[41] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 55.

[42] Pemerintahan keqadhian (pemerintahan para qadhi) adalah republik-republik kecil yang masing-masingnya berdiri sendiri, tidak ada hubungan satu sama lainnya, masing-masing diperintah oleh seorang qadhi atau hakim. (Mukhtar Yahya, 1985, hlm. 57)

[43] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam,  Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 59.

[44] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 60.

[45] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 61.

[46] Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahanKekuasaan di Timur Tengah sebelum Lahir Agama Islam, Jakarta: P.T. Bulan Bintang, 1985, hlm. 61.

Mengucapkan Salam dengan Benar: Bentuk Sederhana Aplikasi Ilmu

 

ANALISIS BENTUK-BENTUK NOMINA TAKRIF PADA KALIMAT /WA ‘ALAIKUMUSSALAAMU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH/ DAN PENGARUHNYA TERHADAP MAKNA

 Oleh Riyanti , Mahasiswi Program Studi Arab

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia

NPM. 1006776145

ABSTRAK

Makalah ini membahas tentang bentuk nomina takrif dalam bahasa Arab yang digunakan sebagai dasar untuk menganlisis bentuk nomina takrif yang terdapat dalam lafadz /wa’alaikumussalamu warahmatullahi wabarakaatuhu/. Hal ini dilakukan karena terdapat beberapa ketidaktepatan pengucapan kalimat tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Pengucapan tersebut berkaitan dengan penulisannya dan berkaitan pula dengan makna kalimat tersebut. Dalam kalimat yang merupakan jawaban salam /assalaamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu/ terdapat nomina takrif yang sering tidak disadari dan tidak diucapkan. Oleh karena itu, saya mengambil topik ini untuk saya teliti dengan harapan kalimat salam dapat diucapkan sebagaimana seharusnya, mengingat kalimat salam ini mengandung makna doa yang indah.

Kata kunci : nomina; takrif; makna

A.    Pengantar

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang berkembang di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama Islam, menggunakan Bahasa Arab sebagai bahasa keagamaan. Bahasa Arab digunakan untuk melakukan peribadatan seperti sembahyang. Selain itu Bahasa Arab juga telah banyak diserap ke dalam Bahasa Indonesia untuk menyatakan istilah-istilah keagamaan maupun istilah-istilah non-keagamaan. Perkembangan bahasa Arab di Indonesia dapat dilihat dari diserapnya kurang lebih 3.000 Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia (Versteegh, 1997 : 238).

Salah satu contoh penggunaan Bahasa Arab yang sudah sangat terkenal di Indonesia adalah penggunaan kaliamat salam assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu beserta jawabannya wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Kalimat salam ini bahkan sudah dianggap sebagai kalimat salam yang formal dan wajar digunakan dalam acara-acara keagamaan (Islam) maupun acara-acara non-keagamaan. Kalimat salam ini sering digunakan untuk mengawali dan mengakhiri pembicaraan dalam acara seminar, kegiatan belajar mengajar di kelas, acara rapat, saat bertemu seseorang, saat bertamu dan sebagainya. Kalimat salam ini memiliki kedudukan yang sama dengan ungkapan-ungkapan semisal selamat pagi, selamat sore, selamat malam atau untuk melengkapi kata halo saat seseorang menerima telepon.

Kalimat salam ini memiliki keistimewaan jika dibandingkan dengan kaliamat salam atau sapaan yang lain. Kalimat salam mengandung do’a dan keselamatan bagi yang diberi salam dan bagi orang yang mengucapkan salam. Jika kita melihat dari sisi makna, maka kalimat assalaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuhu dan kalimat wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu ini memiliki makna semoga keselamatan, kasih sayang dan berkah Allah senantiasa meliputimu dan jawabannya dan semoga keselamatan, kasih sayang dan berkah Allah senantiasa meliputimu (juga). Keagungan dalam kandungan makna inilah yang membuat kalimat salam ini terkesan istimewa dibanding dengan kalimat salam yang lainnya.

Dalam pengucapan salam ini banyak di antara orang-orang di Indonesia yang tidak mengucapkannya dengan benar. Seperti contoh, ketika seseorang mengucapkan salam assalamu ‘alaikumu wa rahmatullahi wa barakaatuhu, maka akan ada yang manjawab walaikum salam wa rahmatullahi wa barakaatuhu ataupun  wa ‘alaikum salaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Padahal penulisan yang tepat adalah wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Dalam Bahasa Arab, hal ini akan berpengaruh pada makna. Jika kita telusuri lebih dalam, keagungan makna dalam salam ini akan kita dapatkan jika kita mengucapkannya dengan benar. Dalam kalimat salam ini nomina yang digunakan adalah nomina takrif (tertentu), yaitu nomina yang sudah mempunyai acuan.

Dalam Makalah ini, saya akan menganalisis pengaruh ketakrifan nomina dalam kalimat salam ini terhadap maknanya. Dalam Makalah ini akan dijelaskan apa saja bentuk-bentuk nomina jika dilihat dari umum dan khususnya. Bentuk-bentuk nomina tersebut nantinya akan dijelaskan apa pengertian, ciri dan fungsinya. Selain itu nantinya saya akan menjelaskan tentang nomina takrif dan cara pembentukannya. Setelah saya menjelaskan nomina takrif dan pembentukannya, saya akan menganalisis bentuk-bentuk nomina yang terdapat dalam kalimat salam tersebut dan menganalisis apa pengaruhnya terhadap maknanya.

Pada akhirnya, setelah saya mendapatkan hasil dari analisis ini, saya berharap kalimat salam dapat diucapkan sebagaimana seharusnya, sehingga maknanya tetap terjaga dari yang seharusnya.

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mencari jawaban dari rumusan masalah yang saya buat, yaitu apa saja ciri ketakrifan dalam bahasa Arab, bagaimana cara membentuk nomina tak takrif menjadi takrif dalam bahasa Arab, apa saja bentuk ketakrifan pada kalimat wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu, dan bagaimana pengaruh bentuk ketakrifan terhadap makna pada kalimat wa ‘alaikumussalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu.

Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu penggambaran secara kualitatif fakta, data, atau objek material yang bukan berupa rangkaian angka, melainkan berupa ungkapan bahasa atau wacana melalui interpretasi yang tepat dan sistematis. (Wibowo 2001: 43).

Untuk memudahkan memahami makalah ini, saya membagi bahasannya menjadi beberapa poin. Pertama, poin pengantar yang berfungsi sebagai pendahuluan. Poin ini berisi latar belakang pokok bahasan, rumusan permasalahan yang akan dibahas, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penelitian. Kedua, penjelasan tentang konsep Sintaksis dan Semantik. Ketiga, poin terkait nomina takrif dalam bahasa Arab. Keempat, tentang analisis dan pembahasan bentuk-bentuk nomina takrif pada aliamat wa ‘alaikum assalaam wa rahmatullahi wa barakaatuhu dan pengaruhnya terhadap makna. Poin terakhir berisi kesimpulan.

B.     Konsep Sintaksis dan Semantik

B.1. Sintaksis

Di dalam studi linguistik, dikenal istilah sintaksis. Sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antar kata (Sihombing dan Kentjono, 2009: 123). Jika morfologi menelaah struktur intern kata, sintaksis menelaah struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat.

Dalam bahasa Arab, baik frasa maupun kalimat, keduanya dibedakan antara nominatif dan verbatif. Berikut penjelasannya.

  1. Frasa

Frasa merupakan satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonprediktif (Arifin dan Junaiyah, 2008: 4). Clive Holes membagi frasa dalam Bahasa Arab menjadi dua, yakni frasa nominatif dan frasa verbatif (1994: 160). Contoh frasa nominatif, kitaabun jadiidun (buku yang bagus), kitaabu Ahmadu (buku milik Ahmad). Contoh frasa verbatif, lam akla (belum makan), maa dzarab (tidak memukul)

2. Klausa

Klausa merupakan satuan gramatikal yang setidak-tidaknya terdiri dari subjek dan predikat. Klausa dapat berpotensi menjadi kalimat (Arifin dan Junaiyah, 2008: 4). Contoh klausa, ‘indamaa dzahabtu (ketika saya pergi).

3. Kalimat

Kalimat merupakan satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa. Jika dilihat dari fungsinya, unsur-unsur kalimat berupa subjek, predikat, objek, pelengkap dan keterangan. (Arifin dan Junaiyah, 2008: 5).  Terdapat empat bentuk struktur kalimat utuh dalam Bahasa Arab (Holes, 1994: 204).

  1. Free-standing subject (Subjek yang berdiri sendiri), contoh yaskunu akhiy fii baaris (Saudara laki-laki saya tinggal di Paris). Kata ‘akhiy’ (Saudara laki—laki saya) tertulis secara jelas dalam kalimat.
  2. Dependent subject (Subjek yang melekat pada verba), contoh askunu fii landan (Saya tinggal di London). Kata ‘askunu’ berarti ‘saya tinggal’. Subjek dalam kalimat tersebut adalah kata ‘saya’ yang melekat pada predikat yaitu ‘askunu’.
  3. Dependent subject no complement (subjek yang melekat pada verba tanpa pelengkap), contoh maridzat (Dia sakit). Kata ‘maridz’ berarti sakit, imbuhan ‘at’ menandakan bahwa yang sakit adalah orang ketiga tunggal feminin.
  4. Verbless sentence (kalimat yang predikatnya bukan verba)

Contoh, Anaa induuniisiyyah (saya orang indonesia)

Berdasarkan kata yang mengawali kalimat, kalimat dalam Bahasa Arab dibagi dua, kalimat nominatif dan kalimat verbatif (Ismail dkk, 1982: 3).

  1. Kalimat Nominatif

Kalimat nominatif dalam bahasa Arab disebut sebagai jumlah ismiyyah. Kalimat nominatif adalah kalimat yang didahului oleh noun. Contoh :

  1. Asshaumu ‘ibaadatun (Puasa adalah ibadah.)
  2. Muhammadun nabiyyun (Muhammad adalah seorang nabi.)

Pada kedua contoh di atas, kata “asshaumu” dan kata “Muhammadun” adalah noun atau kata benda.

2. Kalimat Verbatif

Kalimat verbatif dalam bahasa Arab disebut sebagai jumlah fi’liyyah, yaitu kalimat yang didahului oleh fi’il (kata kerja). Contoh :

  1. Dzahabtu ilaa al jaami’ah (Saya pergi ke kampus.)
  2. Yasyrabu Ahmadu al qahwata (Ahmad minum kopi.)

Pada kedua contoh di atas, kata “dzahabtu” dan kata “yasyrabu” adalah verba atau kata kerja.

B.2. Semantik

Semantik merupakan bidang linguistik yang mempelajari makna tanda bahasa (Darmojuwono, 2009: 114 ). Makna dapat dibedakan menjadi makna leksikal dan makna gramatikal. Makna leksikal disebut juga makna denotatif atau makna deskriptif merupakan relasi kata dengan konsep benda/peristiwa atau keadaan yang dilambangkan dengan kata tersebut (Darmojuwono, 2009: 115). Makna gramatikal yaitu makna yang dihasilkan karena susunan kata secara gramatika. Darmojuwono menyebutnya sebagai fungsi gramatika. (2009: 116).

  1. C.    Nomina Takrif dalam Bahasa Arab

C.1. Nomina Tak takrif (isim nakirah)

Nomina tak takrif adalah nomina atau kata benda yang tidak merujuk pada sesuatu atau belum tertentu. Nomina tak takrif merupakan nomina yang menunjukkan makna umum atau belum diketahui kehususannya (Ismayati 2007: 47). Berikut ciriciri nomina tak takrif  :

  1. huruf terakhir bertanwin (an, in atau un)
  2. nomina berdiri sendiri atau tidak bersandar pada nomina lain.

Contoh :           1. Yadkhulu thaalibun ilal fashli (Seorang mahasiswa masuk kelas)

2. Ummiy thabiibatun (Ibuku seorang dokter)

C.2. Nomina Takrif (isim ma’rifat)

Nomina takrif atau isim ma’rifah adalah kata benda yang sudah merujuk pada sesuatu atau sudah tertentu. Nomina takrif merupakan nomina yang sudah diketahui kekhususannya.

C.3. Bentuk dan Fungsi Nomina Takrif

  1. 1.      Partikel –al diawal nomina

Penulisan artikel –al melekat dengan nominanya. Mengenai cara membaca artikel ini terdapat dua jenis, yakni –al qamariyah dan –al syamsiyyah. Disebut –al qamariyah apabila artikel –al bertemu dengan huruf alif, ba, gha, ha, ja, ka, wa, kha, fa, ‘a, qa, ya, ma, dan Ha. Cara pengucapannya adalah dengan memperlihatkan bunyi ‘al’nya. Contoh : Al kitaab (buku itu), ‘al’ pada kata tersebut dibaja jelas. Disebut –al syamsiyah apabila artikel –al bertemu dengan huruf ta, tsa, da, dza, ra, za, sa, sya, sha, dha, tha, dla,na, dan la.  Cara pengucapannya adalah dengan meleburkan huruf ‘al’ padahuruf di depannya. Contoh : Al dunyaa (dunia), ‘al’ pada kata tersebut tidak dibaca jelas, melainkan dileburkan pada huruf di depannya yaitu huruf da, sehingga secara lafal berbunyi ad dunyaa.

Jika suatu nomina Arab didahului artikel –al, nomina tersebut akhirannya tidak bertanwin. Dalam Bahasa Arab, fungsi makna pengkhususan dari artikel –al digunakan pada suatu keadaan berdasarkan konteksnya dalam suatu kalimat (Holes, 1994: 161). Contoh, kaana fii bagdaadi rajulun bakhilun, wa kaana ar rajulu … (di Bagdad terdapat seorang pria kikir, dan pria itu …)

  1. 2.      Frasa Posesif (idhafah)

Frasa Posesif atau idhafah adalah gabungan antara satu kata (induk nomina posesif) dengan kata yang lain (anak nomina posesif).  Proses untuk menjadi takrif adalah dengan menggabungkan nomina tak takrif pada nomina takrif, dengan begitu nomina yang tak takrif berubah menjadi takrif.

Contoh :

  1. Kitaabu thaalibin (buku murid).
  2. Kitaabu Muhammadun (buku Muhammad)

Pada contoh pertama terdapat penggabungan dua nomina yang keduanya tak takrif, maka penggabungan ini (frasa ini) pun tetap tak takrif. Sementara pada contoh kedua, kata kitaabu  tak takrif dan kata  Muhammadaun adalah nomina takrif (nama diri), jadi kedua penggabungan kata tersebut membentuk frasa takrif.

  1. 3.      Pronomina demonstratif (isim isyarah)

Pronomina demonstratif merupakan kata tunjuk yang dipergunakan untuk menggantikan nomina. (Ismayati, 2004: 7). Dalam bahasa Arab, kata tunjuk, baik kata tunjuk dekat maupun jauh dibedakan berdasarkan jumlah nomina, gender dan kasusnya.

Jumlah dan gender Kata Tunjuk Dekat Kata Tunjuk Jauh
Tunggal maskulin Haadzaa dzaalika
Dual maskulin Haadzaani dunika
Jamak maskulin Haaulaai ulaaika
Tunggal feminin Haadzihii tilka
Dual feminin Hataani taanika
Jamak feminin Haaulaai ulaaika

Selain kata tunjuk di atas, juga terdapat kata tunjuk lain yaitu hunaa yang berarti ‘di sini’ dan hunaaka  yang berarti ‘di sana’. Setiap nomina yang ditunjuk adalah definit (takrif) (Ismayati, 2007: 59)

  1. 4.      Pronomina relatif (isim maushul)

Pronomina relatif atau isim maushul  merupakan kata sambung yang berfungsi sebagai penghubung beberapa kalimat atau pokok p ikiran menjadi satu kalimat. Dalam bahasa Indonesia isim maushul tidak memiliki arti yang khusus, namun dapat diwakili dengan kata yang, orang, tempat dan dapat berarti pula barang atau sesuatu. Dalam bahasa Inggris, dapat menggunakan kata which, who, whom, whose, where, dan that. Dalam bahasa Arab, salah satu bentuk pronomina relatif dapat dijumpai dalam bentuk alladzii. Berikut ini macam—macam  isim maushul atau promomina relatif dalam bahasa Arab.

Jumlah Nomina Maskulin Nomina Feminin
Tunggal Alladzii allatiiy
Dual Alladzaani allataani
Jamak Alladziina Allaai/allaatiiy

Setiap nomina yang diikuti isim maushul statusnya menjadi takrif atau definit (Ismayati 2007: 65).

  1. 5.      Nama diri (‘alam)

Nama diri merupakan nama seseorang atau nama sesuatu, baik itu tempat, atau benda tertentu. Menurut Holes, nama diri bersifat definit atau takrif.

Contoh : 1. Yadzhabu Ahmadu ila almadrasati (Ahmad pergi ke sekolah)

  1.                2.  adzhabu ila Makkata  (saya pergi ke Mekah)

Pada kedua contoh di atas, kata ‘Ahmad’ (nama orang) dan ‘Mekah’ (nama tempat) dikategorikan sebagai nomina definit (takrif). (Ismayati 2007: 56)

  1. 6.      Pronomina (dhamir)

Pronomina adalah kata yang mewakili atau menggantikan penyebutan sesuatu atau seseorang atau sekelompok benda/manusia/selain manusia sebagai pihak-pihak yang berbicara atau pembicara (mutakallim), yang diajak bicara (mukhatab), dan yang dibicarakan (ghaib) (Ismayati, 2007: 48). Dalam Bahasa Arab, pronomina atau dhamir dibagi menjadi tiga, sebagai berikut:

  1. Pronomina Bentuk Bebas (Dhamir Munfashil), adalah pronomina bentuk bebas atau terpisah. Secara sintaksis, berfungsi sebagai subjek dan predikat.
Dhamir Tunggal Dual Jamak
Orang ketiga maskulin Huwa Huma Hum
Orang ketiga feminin Hiya Huma Hunna
Orang Kedua maskulin Anta Antumaa Antum
Orang Kedua Feminin Anti Antumaa Antunna
Orang Pertama Anaa Nahnu
  1. Pronomina Klitika (Dhamir Muttashil)

Pronomina Klitika atau dhamir muttashil adalah pronomina yang tidak diucapkan dengan sendirinya atau selalu tersambung dengan kata lainnya. Pronomina ini terdapat pada nomina, verba dan  dan partikel. Secara sintaksis, pronomina klitika berfungsi sebagi objek, pelengkap, dan keterangan.

Dhamir Tunggal Dual Jamak
Orang ketiga maskulin ..Hu. …Huma …Hum
Orang ketiga feminin …Haa …Huma …Hunna
Orang Kedua maskulin …ka …kumaa …kum
Orang Kedua Feminin …ki …kumaa …kunna
Orang Pertama …iy …naa

Pronomina Klitika terikat pada:

1. Nomina, ketika terikat pada nomina pronominaklitika ini menimbulkan makna kepemilikan. Jika suatu nomina diikuti oleh pronomina klitika atau dhamir muttashil maka nomina tersebut menjadi takrif atau ma’rifah.

Contoh : kitaabuka (buku  kamu)

2. Verba, ketika terikat pada verba berfungsi sebagai pengganti nomina yang berfungsi sebagai objek. Contoh : Huwa hamalniy alkitaaba (dia membawakan saya buku itu)

3. Preposisi, contoh : almaktabatu allatii adkhulu  fiiHaa (perpustakaan tempat saya masuk)

  1. Pronomina Tersirat (Dhamir Mustatir)

Dhamir Mustatir adalah  dhamir yang keberadaannya tersembunyi di dalam verba, tidak tampak dalam penulisan (penulisan bahasa Arab)/tersirat.

Contoh : uriidu  alqahwata (saya ingin kopi itu). Kata uriidu bermakna ‘saya ingin’ berasal dari kata araada yang berarti ‘ingin’ ditambah dhamir mustatir berupa anaa yang berarti ‘saya’.

  1. D.    Analisis dan Pembahasan

Jika ditelaah satu persatu, maka kata-kata yang terdapat dalam lafadz وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ  adalah sebagai berikut.

Kata Keterangan Makna dalam kamus Al Munawwir
وَ /wa/ Konjungsi dan, juga, pula, seperti halnya
عَلَي /’alaai/ Preposisi di atas, pada, di, dengan
كُم /kum/ Pronomina Klitika orang kedua (milik) kamu, kalian, Anda
السَّلَامُ  /assalaam/ Nomina takrif keselamatan, perdamaian, salam, pemberian hormat
رَحْمَةُ  /rahmatu/ Nomina tak takrif Rahmat, kasih sayang, simpati, keramahan, toleransi
الله /allah/ Nomina takrif Allah, Tuhan Yang Maha Esa
بَرَكَات  /barakaatu/ Nomina tak takrif bentuk jamak dari kata بَرَكَة berkah, kemakmuran, kebaikan
هُ  /hu/ Pronomina Klitika orang ketiga (milik)nya, dia

Dari analisis di atas, ditemukan tiga bentuk  nomina yaitu kata assalaam dan rahmatu allah dan barakaatuhu. Berikut ini penjelasan dari bentuk ketakrifan nomina-nomina tersebut.

  1. السَّلَامُ  /assalaam/

Kata السَّلَامُ  /assalaam/ terdiri dari kata سلَام /salaam/ dengan ditambahkan partikel ال /al/ sebelumnya. Sebagaimana telah dijelaskan dalam bab tiga, jika terdapat nomina yang didahului oleh partikel ال /al/, maka nomina tersebut berarti definit, khusus atau takrif.

Dalam konteks lafadz, kata السَّلَامُ  /assalaam/ berarti ‘kesalamatan atau kedamaian yang merujuk pada ungkapan sebelumnya (yaitu lafadz assalaamu’alaikum…). Kata السَّلَامُ  /assalaam/ juga dapat diartikan sebagai ‘keselamatan atau kedamaian yang datangnya dari Allah Swt.’ Hal ini dapat dilihat dari nomina-nomina selanjutnya yang bergabung dengan kata allah atau pronominanya. Dapat dikatakan demikian karena nomina-nomina pada lafadz wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuhu memiliki tingkatan yang setara yang ditandai dengan konjungsi wa (dan).

  1. رَحْمَةُ الله   /rahmatullahi/

Jika dilihat dari penyusun frasanya, frasa ini terdiri atas kata رَحْمَةُ /rahmatun/ dan الله /allahu/. Kata رَحْمَةُ /rahmatun/ merupakan nomina tak takrif yang bersandar pada kata الله /allahu/ yang merupakan nomina takrif dengan ciri ditandai partikel ال /al/. Karena telah bersandar pada nomina takrif, maka kata رَحْمَةُ /rahmatun/ menjadi takrif. Oleh karena itu kata رَحْمَةُ /rahmatun/ tidak lagi dibaca tanwin un melainkan menjadi u saja. (menjadi /rahmatullahi/ bukan /rahmatunallahi/). Bentuk ketakrifan nomina ini adalah idhafah atau frasa posesif. Secara sintaksis, frasa رَحْمَةُ الله   /rahmatullahi/ bermakna ‘kasih sayang (milik) Allah’.

  1. بَرَكَاتهُ  /barakaatuhu/

Nomina ini tersusun atas kata بَرَكَاتٌ  /barakaatun/ dan dhamir muttashil ghaib (pronomina klitika orang ketiga) هُ . Kata بَرَكَاتٌ  /barakaatuhun/ merupakan nomina tak takrif karena ditandai dengan huruf akhir yang bertanwin. Tetapi karena melekat atau bersandar pada pronominal هُ maka kata بَرَكَاتٌ  /barakaatuhun/ menjadi takrif, yaitu menjadi بَرَكَاتهُ  /barakaatuhu/. Bentuk ketakrifan dari frasa ini adalah karena penambahan pronominal klitika atau dhamir muttashil.

Kata بَرَكَاتٌ  /barakaatun/ adalah bentuk jamak dari kata بَرَكَة yang bermakna ‘berkah, kemakmuran, kebaikan’. Oleh karena itu, kata بَرَكَاتٌ  /barakaatun/ saya artikan sebagai ‘kebaikan-kebaikan atau berkah-berkah’. Sementara kata هُ /hu/ merupakan kata ganti milik yang merujuk pada kata الله /allahu/. Oleh karena itu, nomina بَرَكَاتهُ  /barakaatuhu/ saya artikan sebagai ‘kebaikan-kebaikan (milik) Allah’.

Dengan demikian lafadz وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ /wa’alaikumussalaam warahmatullahi wabarakaatuhu/ dapat saya artikan ‘dan semoga keselamatan, kasih sayang dan kebaikan-kebaikan Allah membersamaimu’.

  1. E.     Kesimpulan

Nomina takrif dalam bahasa Arab merupakan yang nomina yang sudah diketahui kekhususannya. Bentuk nomina takrif dalam bahasa Arab ada enam macam, di antaranya berupa penambahan partikel –al diawal nomina, frasa posesif (idhafah), pronomina demonstratif (isim isyarah), pronomina relatif (isim maushul), nama diri (‘alam) dan pronomina (dhamir) yang berupa pronomina klitika.

Dalam kalimat wa’alaikumussalaamu warahmatullaahi wabarakaatuhu terdapat tiga bentuk nomina takrif yakni  السَّلَامُ  /assalaam/, رَحْمَةُ الله   /rahmatullahi/ dan بَرَكَاتهُ  /barakaatuhu/. Bentuk takrif yang terdapat pada السَّلَامُ  /assalaam/ berupa partikel ال /al/ yang menjadikan kata ini bermakna ‘keselamatan atau kedamaian yang datangnya dari Allah Swt.’ Bentuk takrif yang terdapat pada رَحْمَةُ الله   /rahmatullahi/ yaitu berupa frasa posesif (idhafah) yang menjadikan nomina tersebut bermakna ‘kasih sayang (milik) Allah’. Bentuk takrif pada بَرَكَاتهُ  /barakaatuhu/ berupa pronomina klitika (dhamir muttashil) yang menjadikan nomina tersebut bermakna ‘kebaikan-kebaikan (milik) Allah’.

DAFTAR PUSTAKA

Holes, Clive. (2004). Modern Arabic: Structures, Functions, and Varieties. Washington, D.C: Georgetown University.

Ismail, Mahmud dkk. (1981). Al Qawaaidu Al ‘Arabiyyah Al Muyassarah Kitaabu Tsaalits. Riyad: Universitas Malik Saud.

Ismail, Mahmud dkk. (1989). Al Qawaaidu Al ‘Arabiyyah Al Muyassarah Kitaabu  Tsaani. Riyad: Universitas Malik Saud.

Ismayati, Iis. (2010). Ketakrifan dalam Bahasa Arab (Sebuah Kajian Sintak-Semantik). Depok: Universitas Indonesia.

Kushartanti, dkk. (2009). Pesona Bahasa: Langkah Awal Memahami Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Muhidin, Asep. (2011). Nahwu Shorof Tadrijy : step by step of gramatical arabic. Depok: PT Khazanah Mimbar Plus.

Munawwir, Ahmad Warson. (1984) Al Munawwir Kamus Arab Indonesia. Yogyakarta: Pondok Pesantren Al Munawwir.

Versteegh, Kees. (1997). The Arabic Language. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Wibowo, Wahyu. (2001). Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Mengenal Tokoh yang Diidolakan: Antara Fatih Seferagic dan One Direction

Guys, kalau saya tanya kalian, “Siapa yang tahu Fatih Seferagic?”. Oke, mungkin dari 1000 orang yang saya tanya, hanya 10–15 an yang tahu, dan itupun bisa dipastikan sebagian besarnya adalah aktifis dakwah (baik sekolah ataupun kampus). Coba sekarang saya ganti pertanyaannya, “Ada yang tahu Niall, Zayn, Harry, Louis, dan Liam?”. Saya yakin lebih dari 70% jawabannya tahu. Yap, pertanyaan kedua saya itu jawabannya adalah One Direction. Boy Band asal Inggris yang segala tentang merekanya sedang menduduki peringkat teratas dalam topik perbincangan dunia (khususnya dunia wanita). Okay, mungkin ini lebay, tapi kurang lebih seperti itu.

Image

anggota One Direction

Ayo kenali mereka satu persatu biar kita bisa tahu siapa mereka sebenarnya.

Kita mulai dari One Direction.

‘Cause you were mine for the summer
Now we know it’s nearly over
Feels like snow in September
But I always will remember
You were my summer love
You always will be my summer love

Kenal lirik ini?

Okey, kalau kalian kenal kalian pasti ngefans berat sama OD (One Direction). Kenapa? Karena ini termasuk lagu baru mereka di album Up All Night (kok gue tahu banget sih?)

Menurut informasi yang saya lansir dari sebuah majalah, One Direction adalah boyband asal Irlandia dan Inggris yang terdiri dari Niall Horan, Zayn Malik, Liam Payne, Harry Styles dan Louis Tomlinson. Lalu, gimana sih, mereka bisa terbentuk?

Mulanya, kelima cowok ganteng (saya akui, mereka emang ganteng lho) ini mengikuti X Factor season ketujuh pada tahun 2010 lalu. Sayangnya, mereka gagal masuk kategori Boys. Namun, Nicole Scherzinger yang ketika itu menjadi juri ajang pencarian bakat tersebut menyarankan agar mereka bergabung dan mengikuti audisi dalam bentuk grup.

Akhirnya, One Direction berhasil mendapatkan juara ketiga untuk kategori grup. Setelah itu, mereka menjalin hubungan kontrak dengan label Syco Music dan merilis debut singel What Makes You Beautiful pada 11 September 2011 dan berhasil meraih peringkat pertama di UK Singles Charts. Kemudian, singel kedua mereka Gotta Be You rilis pada 13 November 2011. Sedangkan debut album mereka, Up All Night rilis pada 21 November 2011.

Wow, gak nyangka ya, ternyata mereka dulunya adalah orang-orang yang tidak lolos ajang bergengsi di negara mereka. Ini (mungkin) luar biasa. Bisalah kita belajar dari mereka tentang semangat mereka. Itu saja. Untuk yang lain-lainnya, mungkin kita harus belajar dari tokoh lainnya. Seperti tokoh yang satu ini, yang akan saya bahas selanjutnya.

Yup. Fatih Seferagic. Kata kunci untuk Fatih adalah ganteng, muda, amerika, hafidz (kayak nulis abstrak aja🙂 ) Kalau tiga kata kunci pertama mungkin banyak dijumpai pada tokoh-tokoh lain, tapi kata kunci terakhir? Woow, thats great! Saya muslim loh, tinggal di negara yang agama dominannya adalah Islam, yang pedoman hidupnya adalah Al Quran, but unfortunately saya bukan hafidz.

Image

Fatih Seferagic

Menurut salah satu catatan di website, tinggal dan menetap di Amerika Serikat bukan menjadi alasan bagi Fatih untuk tidak menghafal AL-Qur’an. Akhi (cie al akh🙂 )berkebangsaan  Bosnia ini lahir di Stuttgart, Jerman dan sekarang tinggal di Texas, AS. Pada umur 4 tahun ia pindah ke AS, tinggal di Arizona selama 3-4 tahun sebelum menetap di Baltimore, Maryland selama 7 tahun dimana ia memulai dan menuntaskan hafalan Al-Qurannya.

Sejatinya ia baru memulai menghafal Al-Qur’an pada usia 9 tahun dan menuntaskan hafalannya dalam 3 tahun, alias menjadi hafiz pada usia 12 tahun (catat! 12 tahun!). Ia melatih hafalannya itu di bawah bimbingan Syekh Qari Zahid dan Qari Abid.  Sekarang sambil sekolah, ia juga mengajar Al Qur’an dan menjadi ketua remaja mesjid Shaykh Yasir Birjas di Dallas, Texas.

Image

Fatih saat sedang menjadi imam shalat dan membaca QS Maryam

Dahsyat! Hafidz pada usia 12 tahun. Thats really amazing, right?

Awalnya saya sangat menyukai lagu-lagunya One Direction (almost all of them), begitu tahu ada Fatih di dunia ini, saya merasa saya boleh-boleh saja menyukai lagu-lagu siapapun, tapi menjadi seorang hafidz itu wajib bin kudu.

Saya sedang belajar bahasa Al Quran, semoga ini awalan yang baik untuk menuju ke sana (hafidz). Sebab mengerti makna setiap ayat itu terbukti efektif membantu menghafal Al Quran.

Jadi, sudah kau tentukan kah siapa yang kau kagumi sekarang?

Dua-duanya sama-sama ganteng, sama-sama bersuara bagus, sama-sama masih muda, sama-sama banyak yang ngefans. Tapi hanya sebatas variabel-variabel itukah kita mengagumi seseorang? Pasti lebih dari itu.🙂

sumber : http://www.akhwatmuslimah.com dan http://www.gadis.co.id