Kepada siapa seharusnya kita takut?


Kisah ini benar-benar penuh hikmah. Saat kehidupan dunia menarik jiwa saya jauh dari Allah, maka kisah ini menjadi semacam motor penggerak untuk segera kembali ke jalanNya. Saat ketakutan saya terlampau berlebihan pada sesuatu yang seharusnya tidak perlu ditakuti, maka kisah ini menjadi semacam tamparan. Kepada siapa seharusnya saya takut?

Lets see how Hasan Al Basri teachs me about khaufan (arabic : takut). Teks ini saya ambil dari sebuah status facebook salah seorang akhwat.

Pernah suatu ketika Ibnu Hubairah, gubernur Kufah dan Bashrah memanggil Hasan Al-Basri dan Amir bin Syarahbil untuk meminta nasihat berkenaan dengan intruksi Yazid yang zalim. Amir bin Syarahbil saat itu menjawab dengan jawaban yang moderat dan cenderung memaafkan Ibnu Hubairah seandainya ia melakukan intruksi itu karena pada dasarnya ia terpaksa. Namun saat Hasan Al-Basri dimintai nasihat, ia menjawab dengan tegas: “Wahai Ibnu Hubairah, takutlah kepada Allah dalam menghadapi Yazid, dan jangan takut kepada Yazid saat menghadapi Allah. Allah dapat melindungimu dari Yazid, tetapi Yazid tidak dapat melindungimu dari Allah…” Mendengar nasihat seperti itu Ibnu Hubairah menangis tersedu-sedu dan memakai pendapat Hasan Al-Basri serta menghormatinya. Ia tidak mengambil pendapat Amir bin Syarahbil. Ketika keluar dan berhadapan dengan banyak orang, Amir bin Syarahbil mengakui ke salahannya karena ingin dekat dan mendapat persetujuan Ibnu Hubairah. Ia juga menyatakan kemuliaan Hasan Al-Basri. Amir bin Syarahbil insaf.

Dalam Al Quran Allah berfirman :
“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah serta bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan.” An Nuur : 52

Ya. Sudah jelas sebenarnya, bahwa jika saya harus takut maka kepadaNya lah seharusnya saya takut. Takut karena dosa yang semakin hari semakin menggunung, takut berada di pihak oposisiNya. Seharusnya demikianlah ketakutan itu ada. Bukan ketakutan pada masa depan keduniawian, bukan takut kepada pemimpin yang yang digdaya tetapi zalim, bukan.

Semoga kisah di atas turut membawa hikmah untuk hati kalian juga.
🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s