Realita

berdiri di atas panggung
bergaun rapi, indah
berjalan dari satu sudut ke sudut lain
berkata, menyapa, bertanya, menjawab
orangorang melihatnya hebat, kagum

sesekali matanya melirik awas sambil berjalan, meliuk, lari
masih di atas panggung
masih bergaun menggantung
ada sosok yang menarik binar

berlalu di antara ribuan penonton
ia mengenalnya dan dikenalnya ia
langkahnya makin berjarak
satu, dua, tiga tiada

kesadarannya nyata bersama tabuhan musik menggema
ia tidak akan punya siapasiapa lagi setelah pertunjukkan usai

satu bulir pecah dari sudut mata
mengiringi remuk hati patah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s