إستغفار

ImagePada sebuah pagi yang masih menyisakan suasana fajar, sebuah hati tertusuk dalam oleh sebuah catatan yang sangat sederhana, sebenarnya. Pagi itu pula, entah angin apa yang membawanya pada suasana yang sangat merana. Tiba-tiba saja ia mempertanyakan tentang kualitas cinta yang sering ia umbar. Tiba-tiba saja segunung kesalahan menghampirinya lantas menuntutnya.

 

Pada waktu yang sangat baik untuk memohon ampun, meski ia sia-siakan sebagiannya, tiba-tiba ingat akan kesudahan yang pasti akan menghampirinya, ia ingat janji-janji atas nama cinta, ia ingat sujud-sujud yang mungkin nyaris tak pernah tulus. Ia ingat pula tentang kerinduan mendalam yang sering kali ditulisnya dalam catatan harian. Juga tentang puji-pujian untuk kekasih yang ia rindui pertemuan dengannya.

 

I can’t help thinking to myself

What if my time would end today, today, today?

Can I guarantee that I will get another chance

Before it’s too late, too late, too late*

 

Pagi yang beranjak dhuha masih menjadi saksi tangis hatinya yang pilu jika mampu kau dengar. Waktu hembus napasnya tak lagi lama, bahkan satu detikpun tak ada yang bisa menjaminnya. “Oh wahai Sang Pengampun, adakah satu perbuatanku yang Kau sukai? sedangkan aku tak pernah yakin itu.”  ia terus bergejolak dalam pilu yang mendalam.

Ia mengharap pengampunan, untuk kesalahan yang tak pernah ia lewatkan, untuk kata cinta yang jarang dibuktikan, untuk sujud dan ruku’ yang tidak sepenuh hati.

 

Forgive me… My heart is so full of regret

Forgive me… Now is the right time for me to repent, repent, repent.. *

 

Ya Tuhanku, jangan Kau sesatkan hatiku setelah Kau beri petunjuk padanya

 

I know O Allah You’re the Most-Forgiving

And that You’ve promised to

Always be there when I call upon You

So now I’m standing here

Ashamed of all the mistakes I’ve committed

Please don’t turn me away

And hear my prayer when I ask You to *

 

Meski dzikirnya tak pernah sempurna, terimalah, sebab tak ada lagi tempat bergantung selain Engkau. Meski bibirnya sering berucap salah, sayangilah, sebab hanya namaMu yang disebutnya untuk memohon ampunan. Meski hatinya tak putih, tetaplah bersamanya, jangan tinggalkan ia, jangan tinggalkan ia.

 

اللهم إنك عفو تحب العفو فاعفو عني

 

 

* I love You so by Maher Zain

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s